Category: Catatan

  • Lebaran Kali Ini

    Lebaran kali ini alasan kami untuk tidak mudik bukan karena pandemi, tetapi karena renovasi rumah kami belum selesai. Ya, rumah yang biasanya bisa ditinggalkan dengan leluasa saat pulang kampung, kini meminta perhatian. Ia meminta jatah perawatan dan anggaran. Sudah bisa ditebak bahwa kami keluarga pas-pasan yang nekad melebarkan rumah. Dengan anggaran terbatas kami ingin menata […]

  • Ketergesaan Menulis Puisi

    Saat puisi terlepas dari makna, ia akan menempel pada dua hal; anggapan bahwa bahasa hanya alat dan prasangka bahwa keindahan adalah capaian tertinggi. Kedua hal tersebut akan selalu ada dan merasuk pada jiwa penyair bila ia menulis puisi atas desakan hasrat semata. Ya, hasrat untuk berindah-indah dan membayangkan akan adanya tanggapan wah dan decak kagum […]

  • Yang Tersumpal Waktu Tersedak Makna

    Napas tersenggal itu ia rasakan benarKematian dan kepahaman serentak menjalarPada degup satusatu jantung tersenggal menuju kelaria tetiba melihat lanskap yang menenggelamkan kabartentang esok, diri, dan harapan yang pudar (Pada dinding gawai kulukis mural untuk otakku yang begitu berkuasa dengan kalkulasi untung rugi dan presisi prediksi melalui survaisurvai suarasuara pendukungpendukung yang penuh loyalitas dan pembenaran sehingga….) […]

  • Saat Ide Menghantui

    Pernahkah kau takbisa tidur nyenyak karena sebuah ide tulisan? Pada saat seperti itulah kau sedang dihantui mereka . Dan ini adalah momen termahal bagi seorang penulis. Ide yang biasanya sulit dicari, pada saat seperti ini begitu saja menghampiri, bahkan dengan serentak. Namun, nanti dulu, itu semua akan berlalu bila kau tidak bangun dan segera membuka […]

  • Risalah Wabah #6: Sirine

    Karena telah terbiasa mendengar sirine, dia takingat lagi kematian. Bahwa memang itu indeks orang yang sakit atau orang meninggal, iya, tapi saking seringnya ia merasa semua telah biasa saja. “Oh, ada lagi korban..” begitu yang tergumam. Dan, kini, di tengah malam saat bersiap tidur, ia mencoba membayangkan bahwa korban itu dirinya. Namun, sebagaimana pun upayanya […]

  • Luluh sang Lelah

    Dia tahu semua belum selesai, tapi dia juga paham semua harus dihentikan. Bukan waktu, tapi kelemahan tubuhnya, kefanaan energi. Ya, ia harus berhenti. Begitulah setiap hari. Tentu saja semua berhikmah. Takada yang sia sia pada semesta. Tentang tubuh dan lelah yang membujuknya juga sarat akan ajaran. Bahwa segala hal takmesti tercapai saat ini, di sini. […]

  • Sulitnya Memulai

    Dia berhadapan dengan waktu, masa lalu, dan masa depan. Semuanya adalah sebuah kegaiban. Waktu, takpernah sungguh-sungguh ia pegang wujudnya. Masa lalu juga sudah takterjangkau keberadaannya. Ia semacam kabar dari entah yang disisipkan pada memorinya, padahal ia sendiri pelakunya. Mau mengubah? Takmungkin lagi. Dan masa depan adalah sebuah doa. Ia berbentuk harapan yang takada jaminan terealisasi. […]

  • Risalah Wabah #5: Kesadaran Artifisial

    Kesadaran Artifisial Dulu. Dulu, ya dulu sebelum wabah ini terjadi, saya sudah dianjurkan oleh istri untuk mencuci tangan dengan ideal. Konon, katanya enam langkah cuci tangan yang sekarang telah mulai menjadi kebiasaan itu adalah hasil dari uji coba ilmiah. Virus dan kuman akan efektif tertumpas oleh cuci tangan gaya seperti itu. Dan, dulu itu, dengan […]

  • Risalah Wabah #4: Tentang Jarak

    Jarak pada masa pandemi menjadi kata yang populer. Ia menjadi sebuah makna yang sangat dekat dengan siapa pun. Sekarang seseorang seperti takberjarak lagi dengan istilah yang di dalamnya terkandung makna ruang dan persona. Sementara itu, pada kenyataannya sekat baru sedang dikukuhkan. Tentu saja dengan terpaksa masyarakat membuat sekat-sekat tersebut. Keguyuban yang ditandai dengan kedekatan secara […]

  • Risalah Wabah #3: Kelahiran Nama-Nama

    Setiap peristiwa melahirkan nama-nama. Mereka keluar dari rahim pergulatan sebuah zaman. Seperti juga namaku dan namamu mungkin. Kita dinamai atas dasar sesuatu yang mengganggu benak orang tua kita. Apa pun motifnya, termasuk nama yang keluar dari pergulatan doa-doa, nama ideal yang pada saatnya nanti bisa jadi kontradiktif dengan perilaku penyandangnya. Ya, nama-nama itu lahir juga […]