Lebaran Kali Ini

Lebaran kali ini alasan kami untuk tidak mudik bukan karena pandemi, tetapi karena renovasi rumah kami belum selesai. Ya, rumah yang biasanya bisa ditinggalkan dengan leluasa saat pulang kampung, kini meminta perhatian. Ia meminta jatah perawatan dan anggaran.

Sudah bisa ditebak bahwa kami keluarga pas-pasan yang nekad melebarkan rumah. Dengan anggaran terbatas kami ingin menata tempat tinggal yang sudah hampir sebelas tahun ditempati. Hal inilah yang membuat para orangtua kami maklum. Dan aku yakin sebenarnya mereka membiarkan ini terjadi juga dengan kepahaman sufistik bahwa ada yang harus kami tata ulang.

Benar sekali. Yang direhab bukan hanya rumah bendawi tetapi rumah tangga kami juga. Lebih spesifik lagi rumah rohani kami. Jika rumah fisik sudah kami tempati sebelas tahun, rumah tangga kami sudah ditempati dua puluh dua tahun. Dua kali lipatnya. Adapun rumah jasad dan rohaniku sudah 49 tahun. Lebih tua lagi.

Tentu saja perlu biaya untuk memperbaiki semua itu. Dan bersamaan dengan renovasi rumah kami rehabilitasi rohani rumah tangga dan rumah-rumah rohani para pemiliknya. Ruangan yang telah lama ada semakin sempit saja rupanya sehingga kami harus menambahnya. Untuk itu, kami tanggung risikonya. Tanggung biayanya, walaupun berat dan sesak.

Yang paling kami syukuri, renovasi jasmani dan rehabilitasi rohani dilakukan selama Ramadan juga. Semua ruangan di tata ulang. Acak-acakan untuk sementara, untuk sebuah rumah baru, semesta baru, rencana baru, dan sebagainya. Anak-anak kami yang sudah dewasa juga menjadi pertimbangan adanya perubahan ini. Mereka memerlukan pembelajaran kehidupan berikutnya. Bahwa setiap fase kehidupan tidaklah gampang untuk dilalui. Bahwa setiap segmen kehidupan memerlukan perjuangan yang berbeda dan semakin meningkat intensitasnya.

Baiklah. Tulisan ini bukan apologi atas ketidakmudikan kami, tapi sebuah pilihan. Memang kami sudah beberapa kali pulang kampung di tahun ini. Mudik untuk memaknai kehilangan istri kakak ipar dan tahlilan bapak mertua. Tiga kali kesempatan mudik selain lebaran menjadi penguat kami untuk renov dan rehab.

Kini rumah baru kami hampir jadi. Langkah baru pun harus kami siapkan. Fase kehidupan berikutnya sudah mulai kami jejaki. Bismillah..


Derwati, 1 Syawal 1443 /2 Mei 2022

2 thoughts on “Lebaran Kali Ini”

  1. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    selamat pagi/ sore/ malam bapak Irfan. mohon izin salam kenal pak, saya Ahmad Rumi dari UPI Bandung.

    saat ini saya sedang mencari referensi untuk penelitian karya ilmiah dan menemukan website bapak. MasyaAllah, saya sangat menyukai karya-karya bapak. tulisan bapak benar-benar memberikan pesan yang sangat mendalam bagi saya. terutama kenangan saya tentang almarhum ayah saya. terima kasih banyak Pak Irfan.

    salam hormat saya untuk bapak dan keluarga
    Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    1. Waalaikumussalam wr.wb. Ahmad Rumi… Terima kasih sudah membaca laman ini. Salam kenal juga dari saya… semoga kita bisa berdiskusi lebih di laman ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.