Categories
Kritis

Yang Tersumpal Waktu Tersedak Makna

Napas tersenggal itu ia rasakan benar
Kematian dan kepahaman serentak menjalar
Pada degup satusatu jantung tersenggal menuju kelar
ia tetiba melihat lanskap yang menenggelamkan kabar
tentang esok, diri, dan harapan yang pudar

(Pada dinding gawai kulukis mural untuk otakku yang begitu berkuasa dengan kalkulasi untung rugi dan presisi prediksi melalui survaisurvai suarasuara pendukungpendukung yang penuh loyalitas dan pembenaran sehingga….)

Derwati, 8/9/21

Categories
Puisi

Pagi Menjamu Hujan

Pagi menjamu hujan
Anggrek dan mawarmawar itu berpesta
Takada guguran daun mangga apalagi putikputik bebunganya
Ini bulan Juni, katamu

Hujan mencangkung di beranda
Tanpa masker ia lirih berbicara
Normal baru takberlaku bagi tuan rumah sepertiku
Siapa yang sesungguhnya sedang bertamu?

Pagi menjamu hujan
Mereka berbincang tentang kekacauan manusia dan kemanusiaan
—yang selalu merasa digdaya dengan pengetahuannya—
tentang Korona, tentang demokrasi, dan kerusuhan di Amerika
Mereka berbincang santai sekali disaksikan cuaca yang berdiri bersedekap merapatkan jaketnya

Hujan mencangkung di beranda
rumahku
Aku melengkung di ruang tamu
Penungguan menjadi tanda tanya
Menjadi sepenuh lemah atas kegaiban yang mewabah

Derwati, 3 Juni 2020