About

 
Mochamad Irfan Hidayatullah adalah seorang akademisi, sastrawan, dan musisi yang mengabdi sebagai dosen tetap di Program Studi Sastra Indonesia, Universitas Padjadjaran (Unpad) sejak tahun 2005. Beliau menempuh pendidikan Sarjana (S1) Sastra Indonesia di Unpad pada kurun waktu 1993 hingga 1998. Perjalanan akademiknya kemudian dilanjutkan ke Universitas Indonesia (UI), tempat beliau menyelesaikan studi magister (S2) pada 2003–2006 dan meraih gelar doktoral (S3) Ilmu Susastra pada kurun 2015–2020. Kepakaran utamanya mencakup bidang Kesusastraan dan Kebudayaan Islam, Budaya Populer, serta Semiotika dan Naratologi.

Kiprah Akademik dan Kependidikan Di lingkungan kampus, beliau mengampu berbagai mata kuliah untuk jenjang S1 dan S2. Mata kuliah yang diajarkannya sangat beragam, mulai dari Bahasa Indonesia, Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Humaniora Digital, Proses Kreatif Produksi Film Pendek, hingga Teori-Teori Sastra, Sastra Populer, dan Kajian Budaya.

Kiprah akademiknya juga menjangkau ranah internasional. Beliau aktif menjadi pemakalah dan pembicara dalam berbagai seminar dan konferensi bergengsi, di antaranya:

  • Second Asia Literature Forum di Gwangju, Korea Selatan (2006).
  • Asia-Pacific Research in Social Sciences and Humanities (APRISH) (2017 & 2018).
  • International Conference on Culture and Performing Arts (ICCPA) (2021 & 2023).
  • The 4th International conference on Language, Literary, and Cultural Studies (ICON Laterals IV) Unbraw (2025).
  • AIFIS-MSU Conference of Indonesian Studies (2025).
Selain itu, beliau juga aktif melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, seperti penulisan puisi dan budaya baca bagi Forum Lingkar Pena (FLP), hingga pelatihan bahasa efektif bagi divisi hukum korporat.

Karya Kreatif: Sastra, Musik, dan Audio Visual Sebagai seorang penulis produktif, Mochamad Irfan Hidayatullah telah melahirkan banyak karya sastra dalam bentuk novel, kumpulan cerpen, puisi, esai, hingga buku kiat. Beberapa novel karyanya yang telah diterbitkan antara lain Dan Gue Bukan Robot, Cermin Retak, Sang Pemusar Gelombang, dan Dari Ruang Tunggu. Kumpulan cerpennya meliputi Kutunggu Kau di Mal, Perjalanan yang Bulan, dan Mendaras/Komposisi/Senja.

Dedikasinya pada seni juga tersalurkan dengan kuat melalui dunia musik dan film. Beliau adalah personel tim nasyid Mupla sejak tahun 1995 hingga saat ini, yang telah merilis lima album serta berbagai single hingga tahun 2026 (seperti lagu “Mendekap Cahaya”). Beliau telah menciptakan banyak karya musikal, di antaranya:

  • Pembuatan sembilan lagu soundtrack film Antara Alquran dan Narapidana (2018).
  • Penciptaan 40 lagu untuk Songperday Challenge pada masa pandemi.
  • Pembuatan album mini religi Menepi (2022) serta berbagai single solo digital seperti “Jalan-Mu”, “Khadijah”, dan “Pulang Padamu”.
  • Penciptaan Mars dan Himne untuk berbagai institusi, termasuk Poltekes Al Islam, RS Bandung Kiwari, Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia Unpad, hingga Mars Persis.
Di ranah audio visual, beliau bertindak sebagai produser untuk film-film pendek seperti Awuh (2022), Sunyi; Berisik! (2023), Sangkar Madu (2024), dan Was-Was Warisan (2025), serta menjadi sutradara untuk sejumlah video musik Nasyid Mupla.

Kepemimpinan, Organisasi, dan Penjurian Mochamad Irfan Hidayatullah memiliki rekam jejak yang panjang sebagai penggerak dalam berorganisasi. Beliau telah menjadi bagian penting dari Forum Lingkar Pena (FLP), mulai dari Ketua FLP Bandung (2000–2003), Ketua BPP FLP (2005–2009), hingga kini mengabdi sebagai Anggota Dewan Pertimbangan FLP untuk periode 2025–2029. Selain itu, beliau aktif mengemban berbagai amanah strategis, seperti:

  • Ketua Asosiasi Akademi dan Saintis Indonesia (ASASI) Unpad (sejak 2024).
  • Pengurus Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) MUI (sejak 2021).
  • Ketua Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Bandung (2026–2030).
  • Pembina Yayasan Anak Yatim Camp Anak Langit Pangandaran (sejak 2021).
Berbekal pengalaman dan kepakarannya, beliau secara konsisten menjadi tutor kepenulisan (untuk PT Pos, Faber Castell, dll.), pembimbing seni, dan dewan juri. Beliau kerap menjadi juri nasional untuk berbagai perlombaan seperti cerpen SMA FLS2N dan FLS3N, Akademi Remaja Kreatif Indonesia (ARKI), hingga juri Pemilihan Mahasiswa Berprestasi dan Peksiminas di tingkat universitas.