Flash News
  • Berharap Berharap Setiap hari kita berharap. Pada siapa pun pada apa pun. Setiap detik kita ditumpuk harapan tentang siapa pun tentang apa pun. Setiap harap ada…
  • Dingin Dingin Aku didekap cuaca yang membisikkan hoaxhoax politik tanpa ampun Aku disekap wacana yang menggidigkan nalar tanpa ampun Aku diserap angkara yang meracaukan dugaan dan…
  • Lari Lari Menuju titik mana lesat itu? Yang kaucari taksembunyi sesungguhnya.  Pada yang tergesa ada lupa dan gelap mata; kau yang meninggalkan inti terus meretas tanya Menuju…
  • MENGGUGAH GUNDAH, MENGUNGGAH MADAH MENGGUGAH GUNDAH, MENGUNGGAH MADAH[1] Oleh M. Irfan Hidayatullah   /1/ Menggugah              Puisi acapkali diperlukan untuk membangkitkan keterlenaan, keterpurukan, ketersesatan kebingungan, kebebalan, dan ke-an ke-an…
  • SENI MENULIS   SENI MENULIS Oleh M. Irfan Hidayatullah             Menulis adalah sebuah kata yang tak asing.  Menulis adalah proses bagi sebuah bentuk kreasi, yaitu tulisan. Menulis…

Dingin

Dingin Aku didekap cuaca yang membisikkan hoaxhoax politik tanpa ampun Aku disekap wacana yang menggidigkan nalar tanpa ampun Aku diserap angkara yang meracaukan dugaan dan prasangka tanpa ampun Aku dibekap mediamedia utama agar hanya percaya satu sumber suara tanpa ampun Aku tanpa ampun diseret gigil pada titik beku agar menemukan cahaya dan kehangatan Iman Bandung,…

Lari

Lari Menuju titik mana lesat itu? Yang kaucari taksembunyi sesungguhnya.  Pada yang tergesa ada lupa dan gelap mata; kau yang meninggalkan inti terus meretas tanya Menuju titik mana lesat itu? Yang kaucuri mengejarmu hingga renta. Bandung, 6 Juli 2018    

Sajak-Sajak Lengkap Perjalanan yang Bulan

  Perjalanan yang Bulan (1997-2007) Sajak-Sajak Irfan Hidayatullah   Khusuf   Bulan perlahan-lahan Mencair Mengalir dalam benak-benak Penuh mimpi ;abad ini September 1997   Hutan Kita Terbakar   Hutan kita terbakar angan Asapnya membumbung Menutupi langit cita-cita Dan jelaga Bergayut Di gedung-gedung bertingkat Bangga hati   Hutan kita terbakar angan Karna api mimpi Takkan mati…

Sajak untuk Palestina

Nakbah 1948   Darah dan tubuh yang tertimbun itu tumbuh jadi akar zaitun walau kau pangkas, ia kan terus jalar menemuimu yang pias ketakutan   Sembunyimu pada batu itu tercekat oleh suara lantang “Lihatlah ada Yahudi di belakangku!” Gemawan serupa mata malaikat dan burung nazar Mengejarmu ke mana saja Kecuali saat kau sembunyi dalam hati…