PANTUN MENULIS (DIRI)

Ada yang menorehkan kesadaran diri di tengah riwayat-riwayat hidupnya yang tak menyisakan kebanggaan sama sekali. Dosa-dosa mengajak doa-doa mendekatinya, tetapi bau menyengat tercium membuat mereka takkuat hingga minggat. Setelah itu, dia sepi dan melolong tanpa suara tanpa air mata. Hanya kedalaman sesal menebal pada sumur tanpa dasar. Ia dan ia ia yang lainnya serupa tikus bercericit mencari cahaya. Meremah terus meremah menjadi serpih-serpih pasi. Dan itu ini yang menjadikannya begitu dan begini tak mau ikut disalahkan. “Kau yang bodoh dan tolol juga sontoloyo mencari teman untuk mati ditikam dendam!” teriak mereka.”Cari saja diksi-diksi pembelaan hingga kau hilang ingatan. Sampai kau dibantai kefanaan dan kelemahanmu sendiri. Ooh, ternyata kau merasa digdaya saat menantang kegaiban cahaya di jiwa. Buktinya, sekarang kau merasa gelap gempita gegap gulita.”

Penerbit: CV Balatin Putera Puteri

Ukuran Buku: 13 x 19 cm

ISBN: 978-634-7149-36-7

Tebal Buku: 110 halaman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *