Menempuh (1)

Menempuh

Dia dan perjalanan itu sudah sangat dekat. Akrab, bahkan. Ya, perjalanan adalah sahabatnaya.

Mungkin kali ini kau melihat dia semdirian, tapi sebenarnya dia sedang diperjalankan. Dipeluk perjalanan. Sahabatnya itu sedang meruanginya. Lebih dari itu, ia sudah tersusupi perjalanan.

Di benaknya ada jarak tempuh, proses, dan tujuan. Begitu pun di hatinya. Diamnya adalah putaran roda dan lesatan jiwa. Di meja kerjanya terbuka peta peta harta karun kebijaksanaan. Ia sedang menuju ke salah satu kota itu. Walaupun jauh akan ia tempuh.

Alarm di hpnya berbunyi. Tentu saja tidak berfungsi karena ia tidak sedetik pun tidur malam ini…. (bersambung)

 

Bandung, 1 Oktober 2018

One thought on “Menempuh (1)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *