
setiap pagi kau menikmati rasa iri
secangkir kopi pahit dan beberapa potong kue kering kau nikmati
sementara tetanggamu sedang khusyuk dan bahagia menyapu halamannya dengan suara keras sapu lidi
(dan pagi ini kau baru menyadari)
yang berkecamuk adalah segala peristiwa tersisa yang ditunggangi rasa berdosa dan segala imajinasi peristiwa yang belum terjadi
setiap pagi kau menikmati rasa iri
pada satu juz baitbait makna yang kau baca tanpa dimengerti
tapi irama, rima, dan metrumnya membuat denyar di hati
(dan detik itu kau baru menyadari)
yang berkecamuk adalah segala keinginan yang takbisa kau sampaikan padahal kau punya lidah, mulut, dan kehendak diri
setiap pagi kau menikmati rasa iri
pada postingan produktif siapa saja tentang hidup ini
dan kau tidak peduli apakah itu asli atau buatan AI
koran-koran dan majalah yang kau langgani pun akhirnya enggan kau nikmati
(dan detik itu kau baru menyadari)
yang berkecamuk adalah katakata acak di benak dan kalimatkalimat tanpa spasi.
setiap pagi kau melanggengkan rasa iri
bahkan sampaisampai pada puisi yang baru saja kau buat ini
MIH, 17/02/26