M. Irfan Hidayatullah

Pagi yang Membuatmu Cemburu

setiap pagi kau menikmati rasa iri

secangkir kopi pahit dan beberapa potong kue kering kau nikmati 

sementara tetanggamu sedang khusyuk dan bahagia menyapu halamannya dengan suara keras sapu lidi

(dan pagi ini kau baru menyadari)

yang berkecamuk adalah segala peristiwa tersisa yang ditunggangi rasa berdosa dan segala imajinasi peristiwa yang belum terjadi

setiap pagi kau menikmati rasa iri

pada satu juz baitbait makna yang kau baca tanpa dimengerti

tapi irama, rima, dan metrumnya membuat denyar di hati 

(dan detik itu kau baru menyadari)

yang berkecamuk adalah segala keinginan yang takbisa kau sampaikan padahal kau punya lidah, mulut, dan kehendak diri 

setiap pagi kau menikmati rasa iri

pada postingan produktif siapa saja tentang hidup ini

dan kau tidak peduli apakah itu asli atau buatan AI

koran-koran dan majalah yang kau langgani pun akhirnya enggan kau nikmati

(dan detik itu kau baru menyadari)

yang berkecamuk adalah katakata acak di benak dan kalimatkalimat tanpa spasi.

setiap pagi kau melanggengkan rasa iri

bahkan sampaisampai pada puisi yang baru saja kau buat ini

MIH, 17/02/26

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *